read and enjoyed

let's share..

11/17/2010

my cousin

ga tau kenapa sore ini, tepat jam 15.36 gua ngeras kangen sama sepupu gua. sepupu yang punya kenangan banyak bareng gua sejak kecil. sepupu yang darah dan dagingnya sama kaya gua warna merah (?) . yang otaknya sama kaya gua, punya otak kanan sama otak kiri (?). dan jenis kulitnya sama kaya gua, sama-sama item (Y).
oke kita lupakan penjabaran ga penting gua di atas, karena setelah ini gua kan menjabarkan hal-hal yang lebih ga penting buat lo, tapi bagi gua penting. gua akan segera menulis sebuah karangan, atau bisa di bilang deskripsi gua tentang seseorang.. ngga deng, lebih tepatnya curhatan gua tentang rasa rindu gua sama sepupu gua ini.

di mulai dari ciri-ciri dia. sepupu gua yang jantan (berarti cowo) ini, badannya aga (++) gemuk, doyan makan, item manis (ada paitnya sedikit), tinggi besar, senyumnya menaawan. kebayang gantengnya?
kalo ciri-ciri lebih dia. suara dia ngebas, jago banget main gitar, anaknya santai tapi pasti, aga pendiem tapi asik banget, serius kalo udah hobi sama sesuatu, optimis, ga macem-macem tapi hidupnya pasti. kebayang style coolnya?
tapi tapi, biarpun di bayang-bayang kita dia seperti cowo yang gagah, item manis, cuek-cuek asik, dia sebenernya lembut banget loh. penilaian gua terhadap sikap lembut dia adalah ketika gua lagi ngeliat dia merhatiin nyokap sama kucingnya. penuh kasih sayang banget. emang cara dia menunjukan sikapnya itu ga begitu keliatan. di banding adenya, mungkin adenya terlihat lebih perhatian dan peka. kalo dia aga cuek gitu, tapi di balik cueknya dia sebenernya perhatian sama sekitar.

kenangan-kenangan gua sama dia waktu kecil itu banyak banget. dulu kalo gua nginep di rumah dia, sebelum tidur kita main ps. bangun tidur kita main ps lagi masih di dalem kamar. mandinya ber4 sama ade gua Gian (cewe) dan adenya dia Fatur (cowo). kalo mandi kan ada showernya tuh, kita punya tradisi khusu. di bawah shower kita jalan di tempat sambil teriak-teriak "ohh hujan datang, tolooong... ohh hujan datang, toloooong..." terus kita lari-lari di tempat sampe akhirnya bakalan ada 1 orang yang kepeleset dan itu tandanya kita berenti main air hahaha.
kalo si Fatur, punya hobi beda lagi pas mandi. dia itu seneng banget makanin pasta gigi yang ada rasa buahnya. mangkanya pasta gigi di kamar mandi cepet habis karena di makanin dia.
kita juga punya hobi berenang di kolam kecil yg bia di lipet-lipet. kalo lagi berenang ber4, kita paling seneng sambil makan nasi hangat pake mentega aja. menteganya meleleh di atas nasi hangat, yumm enak banget.. terus kita juga suka main ujan-ujanan. pernah loh pas kita lagi seru lari-larian, si sepupu gua ini kepeleset kenceng baget sampe kepalanya terbentur aspal. dari situ dia ga pernah mau lagi kalo di ajak main ujan-ujanan hahahaha.

ga tau kenapa rasanya gua sayang banget sama sepupu gua ini. dia yang paling deket sama gua, karena dia cuman lebih muda 1 thn dari gua. kalo adenya dia deket sama ade gua karena seumuran.
gua ngeliat dia sebagai cowo yang penuh tanggung jawab. ga pernah nuntut macem-macem dari orang tuanya. kalu dia mau sesuatu, dia pasti berusaha sendiri. dengan keadaan dia yang pas-pasan, dia masih bisa berkreasi. dia jago main gitar, dia pinter, dia jago komputer, dia handal di paskibra. padahal orang tua dia bukan orang yang berlebih ilmu atau keadaan. tapi dia bisa maju dengan kesederahaan. dia bisa memanfaatkan keadaan untuk belajar.
bokap gua yang pinter komputer, peralatan lengkap, buku lengkap. tapi gua ga lebih pinter dan ahli dari pada sepupu gua. padahal orang tua dia biasa aja.

setiap gua ngeliat sepupu gua asik main gitar, suka bidang fotografer, hobi ngutak-atik komputer dengan keterbatasan fasilitas dia. gua selalu pengen banget ngsih dia sesuatu. ga tau kenapa. gua punya cita-cita kalau gua berlebih nanti, gua mau beliin dia camera, laptop, gitar listrik. buat dia-sepupu gua, Muhammad Rafi Fadlurohman. ade sepupu laki-laki gua yang gua rasa sebagai abang gua. gua sayang banget sama dia dan gua kangen banget.

mungkin blog gua kali ini kaya nyampah, ga penting, cuman curhat ga jelas.
tapi ya begini gua, menulis sesuai isi hati gua, isi otak gua dan mood gua. apapun isi tulisan itu ga penting bagi gua. yang penting gua lega dan puas udah nuangin semunya ke dalam tulisan.

terakhir, love you my brother :)

7/28/2010

she's not a killer, but she's my inspiration

Mrs. Perfect , begitulah orang-orang memanggilnya. semua orang membicarakannya dari belakang. tapi kenyataannya ketika mereka bertemu dengan wanita ini, mereka akan tertunduk dan menjauh untuk menghindar dari masalah. tidak ada satu pun dari kami yang berani untuk mendekatinya, apa lagi jika kondisi kami sedang tidak baik 'dimatanya'. dia selalu menginginkan orang lain tampil sempurna, nyaris se sempurna dirinya. setiap hari, cara berpakaiannya sangat rapih. warna pakaian yang ia pilih selalu sepadan dari atas sampai bawah, begitu juga dengan properti yang selalu dia bawa untuk bekerja. tatapannya serius, cara berjalannya sangat tegap, dia adalah wanita angkuh tanpa penakluk. siapa yang berani coba-coba berjalan di dekatnya dengan sedikit kesalahan, hukuman akan segera datang menjemput kita. jika ia sedang berkeliling di dalam lingkungan kami, kami akan mundur dan masuk ke dalam sangkar. setiap hentakan sepatunya, membuat satu bulu kuduk kami merinding.
banyak orang mengatakan, mungkin dulu dia adalah mantan pengajar di sekolah militer, ada juga yang bilang mungkin sikapnya itu akibat trauma masa lalu. tapi apapun alasannya, itu sangat tidak menyenangkan untuk kami. saat itu, kami memang belum pernah di ajarkan olehnya, kami hanya akan bertatap muka dengannya di jam-jam tertentu dekat gerbang sekolah. tapi dari cerita dan derita kakak kelas kami yang selalu kena hukuman, itu membuat kami semakin berikir 'buruk' tentangnya.
gua pribadi, ga terlalu suka sama sikap dia. buat gua, cara dia mendidik anak seumuran gua bukan dengan sikap yang tepat. kami bukan lagi anak kecil yang harus di bentak-bentak, kami sudah remaja dan bisa di nasehati dengan baik dan sedikit canda untuk meringankan suasana.
selama kelas 10, kami aman. kami belum pernah di ajarkan pelajaran biologi olehnya. tapi untuk beberapa waktu saat dia menjadi petugas piket sekolah, aura DANGER selalu terasa di sekitar kita. kelas 11, gua masuk jurusan IPA. kelas 11 awal smester 1, gua dan teman-teman di IPA merasa aman sebelum di ajarkan oleh dia. tapi sayang, semenjak smester 1 sampai smester 3, kami tetap saja selalu mendapat nilai buruk di pelajaran biologi. ga cuman 1 / 2 siswa, tapi nyaris semuanya. sejak saat itu, awal smester 4 guru biologi kami di ganti. dan YEAH, 'good changes' kami di ajarkan oleh Mrs. perfect.
hari pertama pelajaran biologi, anak-anak jurusan IPA hanya bisa saling bertatapan dengan wajah pucat. rata-rata semalaman ga pada tidur, belajar untuk mempersiapkan hari pertama itu dan memikirkan akan seperti apa keadaan di kelas. pelajaran biologi tiba, kami langsung masuk ke dalam kandang, merapihkan seragam, memperhatikan teman sekitar dan memastikan semua baik dan aman.
awal masuk, kami dan dia memulai dengan perkenalan. dan dia menyepakati beberapa peraturan untuk kita jalani. mungkin kedengarannya peraturan itu sedikit keras, tapi buat gua itu adalah sikap yang bijak untuk membuat kondisi belajar yang baik. kita memulai pembahasan pelajaran bab awal. dan seterusnya semua berjalan lancar.
setiap pertemuan, minggu, bulan sampai akhirnya berakhir 1 smester. semua prasangka buruk (terutama) gua tentang dia musnah. gua akhirnya menyadari, sikap dia bukan kejam tapi hanya tegas. hukuman yang dia berika bukan sebuah pelampiasan kekerasan, tetapi justru itu peringatan untuk kami agar tidak melakukan kesalahan yang sama. dan gua salah dalam menilai, mungkin kami memang anak remaja yang mulai dewaswa. tapi sikap dan sifat kami masih tertlalu kekanak-kanakan untuk dapat di nasehati pelan-pelan. mangkanya, dia lebih tegas agar kami dapat memahami antara salah dan benar. cara dia mengajar juga sangat efektif, dia tidak menjadikan pelajaran biologi itu sebuah kisah yang harus di hafalkan. melainkan itu adalah pemahaman konsep yang harus di hubungkan agar menjadi pemahaman rangkaian kerja yang tepat. dia tidak sekeras yang gua bayangkan, bahkan dia berhasil membuktikan kepada kami bahwa yang dia lakukan adalah yang terbaik untuk semuanya. kami sangat menyukai sikapnya yang kritis, yang tidak pernah menyepelekan hal apapun. apapun yang melanggar dari peraturan, selalu ia tentang dan ia hanya akan menerima sebuah sikap yang benar sesuai aturan. itu bukanlah hal yang berlebihan, itu adalah pembelajaran yang baik untuk menjadi orang sukses dengan memiliki IQ, SQ, EQ yang seimbang.
kini, pola fikir dia menjadi sebuah inspirasi buat gua. gua inget waktu dia memulai pelajaran dan memperlihatkan dekstop laptopnya dengan foto seorang wanita yang baginya menjadi sumber inspirasi untuknya. di saat itu juga, gua menatap dia dan membayangkan dialah yang menjadi sumber inspirasi gua saat ini. dia bukan wanita kejam, dia baik dan sangat penyayang. saking sayangnya, dia akan melakukan hal apapun demi kebaikan kita semua. meskipun akhirnya kita malah membencinya, tapi dia tidak pernah memperdulikan rasa benci kita itu. dia pernah berkata 'jangan biarkan cinta saya untuk kalian bertepuk sebelah tangan', dan gua pribadi berusaha agar dia tidak merasakan hal itu.
gua berharap, akan ada 2 orang yang memiliki sikap dan sifat sama sepertinya di sekolah gua. karena hanya dengan 1 orang aja, setengah sekolah ini dapat takluk dan menjadi lurus. guru seperti dia yang kami butuhkan. guru seperti dia yang berani menuntut hak dan mengutamakan kewajiban. guru seperti dia yang berani menegakan peraturan demi kebaikan orang lain, walaupun justru itu membuatnya di benci. guru seperti dia yang menjalankan tugasnya dengan amanah. dan guru seperti dia yang bisa buat gua tetap bertahan di kelas, meskipun gua mendapat dispensis untuk sebuah kegiatan :D
dari sikapnya, dia memberikan gua 1 cermin berharga. syukuri nikmat yang kau dapat dari alam ini dengan menjaganya. mulai semuanya dari hal yang paling kecil, yaitu memperbaiki diri sendiri.

I Love you Mrs. Ida :) Pesan : jangan pernah menilai seseorang dari cover luarnya, jangan pernah menilai seseorang dari sikap galaknya. tapi coba cari tahu, apa alasan dia seperti itu. untuk kebaikan? atau keburukan?

7/03/2010

See your child grow

Pagi itu, aku sedang dalam perjalanan menuju sekolah. seperti biasa, aku selalu di jemput yang paling pertama. maklum, rumah ku paling jauh. berhubung aku naik jemputan, dengan senang setiap hari aku slelau ikut berputar-putar menjemput teman-teman ku yang lain. aku sangat menyukai saat-saat seperti ini. aku bisa menikmati udara pagi dan suasana sepinya jalan dari dalam mobil. aku bisa melihat sekeliling orang-orang yang memulai rutinitas di pagi hari.
saat itu, aku sedang memandangi pepohonan yang ada di luar jendela. sampai akhirnya mobil jemputan ku berhenti di rumah salah satu teman ku. sambil menunggu teman ku ke luar rumah. aku melamun dan memandangi keadaan di depan mata ku.

Anak kecil itu berjalan keluar melalui pagar rumah, dan pengasuhnya mengikuti ia dari belakang. mereka berdua bercengkrama sambil tertawa-tertawa kecil. tapi si kecil terus menatap ke arah belakang si pengasuh, ia asik memperhatikan kucing yang sedang berdiri di pinggir jalan. si kecil merunduk sedikit dan memperhatikan kucing tersebut. lalu sang pengasuh bekata kepadanya 'ini namanya kucing', dan si anak terus memperhatikan pengasuh itu bicara.. 'iya ini namanya kucing, coba panggil dia.' dan si kecil tampan itu berkata 'kucing..' sambil melambaik-lambaikan tangannya. sang pengasuh tersenyum senang dan menggendong si kecil tampan itu, lalu si kecil senang dan berkata sekali-sekali. 'kucing.. ckckck' .

ketika aku asik memandangi peristiwa itu, teman ku datang dan mobil jemputan ku melaju dengan cepat. tapi pikiran ku tak lagi mencoba memperhatikan semua yg ada di sekelilingku, aku terlalu hanyut dengan suasana tadi. entah mengapa, rasanya aku ingin menangis melihat kebahagiaan tersebut. dan aku tak mengerti, apakah ibu dari si kecil itu tidak merasa rugi melewati peristiwa indah tadi yang seharusnya si kecil alami bersamanya.
bagi ku, kebahagiaan adalah saat aku bisa melihat tawa dan riang seorang anak kecil. sangat di sayangkan, jika perkembangan yang hebat itu justru di rasakan oleh sang pengasuh, bukan ibu yang melahirkannya. padahal, saat yg paling indah adalah di mana seorang ibu dapat terus mendampingi balita-balita mereka belajar dan mengenal dunia.
mungkin aku belum pernah merasakannya, tapi aku bisa melelihat kebahagiaan itu saat aku menyaksikan seorang ibu berjalan berdampingan dengan anak-naka mereka.

don't leave me mom :)