read and enjoyed

let's share..

8/24/2009

mouse at night


Yang namanya bercerita dengan teman, pasti ga pernah ada habisnya. Tapi, berhubung waktu sudah menunjukan jam 10.30 WIB, terpaksa teman ku Ikki harus pulang ke rumah. Maklum, anak pelajar. Dari pada besok telat masuk sekolah?

Setelah Ikki pamit pulang dengan orang tua ku, aku mengantarkan dia sampai ke depan pagar rumah. tapi saat itu, Ikki tidak langsung meluncur-berjalan pulang. topik-topik seru semakin bermunculan dari otak kami, sampai pembicaraan yang asik terlalu sayang untuk di lepas.
Di tengah-tengah pembicaraan, konsentrasi ku terganggu oleh suatu gerakan-gerakan yang membuat ku menyipitkan mata. karena kebingungan melihat ekspresi ku yang memalingkan wajah dari pembicaraan, Ikki pun mengikuti arah tatapan ku. Dan tanpa di suruh, ekspresinya berubah mengikuti diri ku. Sesekali Ikki dan aku saling bertatapan dan mengerutkan dahi. Kemudian kami kembail fokus pada makhluk - makhluk aneh itu.


Se-ekor tikus hitam, berbadan gemuk, keluar dari dalam selokan yang berada di serong kiri depan ku. Mata ku secepat kilat menemukan bayangan itu, dan tubuhku langsung merinding-mereaksikan rasa fobia ku. Tapi tiba-tiba, 1 ekor tikus (lagi) keluar dari selokan di sisi kiri ku. Dan kedua ekor tikus-berbadan gemuk itu, saling bertatapan di tengah jalan. Tanpa malu-malu, mereka pun berciuman-seperti tak ada makhluk lain yang memperhatikan. Tikus yang 1 kali keluar, berlari-lari di tengah jalan-sambil berputar-putar. Beberapa detik selanjutnya, tikus ke-2 mengikuti gerakan temannya (pacar ?) dari belakang. Kejadian itu membuat ku teringat akan film-film drama India. (laugh)
Setelah berlari beberapa putaran, tikus 1 masuk ke dalam lubang dekat selokan saat ia keluar. Dan ku rasa, tikus itu yang betina. Karena tak berapa lama setalah itu, tikus ke-2 menyusulnya ke dalam.
Kejadian beberapa menit yang lalu itu, membuat aku dan Ikki hanya bisa saling bertatapan, tanpa berkata apa-apa. Ku rasa, Ikki memikirkan hal yang sama dengan ku,
' Apa yang terjadi di lubang itu ? '

Ikki dan aku terlalu sibuk dengan fikiran masing-masing, dan membuat topik-topik yang ada di pikiran kami menghilang. Ikki langsung berpamitan pulang menaiki sepedah, dengan pandangan konsen pada sekelilingnya. Mungkin ia takut akan menemukan tikus atau ewan-hewan lain, yang melakukan hal serupa :D


Pesan Moral : Jangan ke luar rumah pada malam hari, bila anda tidak benar" dalam keperluan penting. Karena malam hari merupakan waktunya hewan-hewan untuk bersosialisasi. (laugh)

8/02/2009

Jika Aku Bisa Meramal

Aku memiliki adik berusia 7thn, suatu saat kami sedang bercanda di kamar.


Adik ku bertanya :

" Ka, kamu bisa meramal ga ? "


Dengan cepat, aku menjawab :

" tidak "


Kemudian, adik ku bertanya lagi :

" kalo kaka bisa meramal, apa yang mau kaka lakukan ? "


Aku pun terdiam dan berfikir, lalu aku menjawab :

" Mungkin sekarang kaka tidak hidup di Dunia. kaka lebih memilih untuk tinggal di Surga bersama Tuhan "


Dengan wajah bingung, adik ku menyela :

" Kenapa ? "


" Karena hidup ini semakin sakit dan hancur ! "

, itu jawab ku


" Kalau aku, aku akan mengubah jalan hidup ku. Aku akan memilih jalan lain dan membuat hari ini bahagia. "

, begitulah kata adik ku.



my sister


5/21/2009

Dia.

Ku kenali CINTA, sebagai nada-nada yang indah.
Saat itu, ku mainkan CINTA ku bersama mereka-mereka yang kenal akan CINTA.
Banyak cerita yang ku dapat, bersama mereka yang mengisi hati ku.
Tapi, selalu aku putuskan tali CINTA itu.
Aku merasa, mereka hanya tambatan mata ku, bukan hati ku.

Banyak hal yang bisa ku pelajari dari pengalaman itu,
banyak hikmah yang bisa ku petik.

Seiring berjalannya waktu, bersamaan dengan kesendirian ku.
Hati ini memicutku kembali, memperhatikah CINTA.
Sosok pendiam, dengam mata yang menatap tajam,
sesekali menebarkan senyumnya pada sesama manusia.

Oh Tuhan, siapa dia?
Tak banyak gerakan yang ia lakukan,
tak banyak kata yang dia ucapkan.
Tapi mengapa dia bisa membuat pandangan ku terpaku?
Mendengar suaranya yang lembut, tapi sekaan menusuk,
membuat hati ini berdebar kencang.

Ooh.. aku tergoda olehnya..

Kini Tuhan berikan aku keajaiban.
Bisa berdekatan dengan hatinya, membuat dunia ku hidup kembali.
Tak banyak yang ia lakukan,
bukan kata-kata manis atau jamuan romantis.
Tapi ketulusan hatinya yng membuat aku percaya,
akan kekuatan hatinya yang setia.
Meski rasa malu masih menyelimuti pikirnnya,
tapi ku percaya dia akan mengatakannya.
Dan aku akan menunggu untuk itu.
Karena aku ingin, dia menjadi Imam ku.