read and enjoyed

let's share..

7/03/2010

See your child grow

Pagi itu, aku sedang dalam perjalanan menuju sekolah. seperti biasa, aku selalu di jemput yang paling pertama. maklum, rumah ku paling jauh. berhubung aku naik jemputan, dengan senang setiap hari aku slelau ikut berputar-putar menjemput teman-teman ku yang lain. aku sangat menyukai saat-saat seperti ini. aku bisa menikmati udara pagi dan suasana sepinya jalan dari dalam mobil. aku bisa melihat sekeliling orang-orang yang memulai rutinitas di pagi hari.
saat itu, aku sedang memandangi pepohonan yang ada di luar jendela. sampai akhirnya mobil jemputan ku berhenti di rumah salah satu teman ku. sambil menunggu teman ku ke luar rumah. aku melamun dan memandangi keadaan di depan mata ku.

Anak kecil itu berjalan keluar melalui pagar rumah, dan pengasuhnya mengikuti ia dari belakang. mereka berdua bercengkrama sambil tertawa-tertawa kecil. tapi si kecil terus menatap ke arah belakang si pengasuh, ia asik memperhatikan kucing yang sedang berdiri di pinggir jalan. si kecil merunduk sedikit dan memperhatikan kucing tersebut. lalu sang pengasuh bekata kepadanya 'ini namanya kucing', dan si anak terus memperhatikan pengasuh itu bicara.. 'iya ini namanya kucing, coba panggil dia.' dan si kecil tampan itu berkata 'kucing..' sambil melambaik-lambaikan tangannya. sang pengasuh tersenyum senang dan menggendong si kecil tampan itu, lalu si kecil senang dan berkata sekali-sekali. 'kucing.. ckckck' .

ketika aku asik memandangi peristiwa itu, teman ku datang dan mobil jemputan ku melaju dengan cepat. tapi pikiran ku tak lagi mencoba memperhatikan semua yg ada di sekelilingku, aku terlalu hanyut dengan suasana tadi. entah mengapa, rasanya aku ingin menangis melihat kebahagiaan tersebut. dan aku tak mengerti, apakah ibu dari si kecil itu tidak merasa rugi melewati peristiwa indah tadi yang seharusnya si kecil alami bersamanya.
bagi ku, kebahagiaan adalah saat aku bisa melihat tawa dan riang seorang anak kecil. sangat di sayangkan, jika perkembangan yang hebat itu justru di rasakan oleh sang pengasuh, bukan ibu yang melahirkannya. padahal, saat yg paling indah adalah di mana seorang ibu dapat terus mendampingi balita-balita mereka belajar dan mengenal dunia.
mungkin aku belum pernah merasakannya, tapi aku bisa melelihat kebahagiaan itu saat aku menyaksikan seorang ibu berjalan berdampingan dengan anak-naka mereka.

don't leave me mom :)

5/30/2010

My sweet seventeen

detik-detik menuju 17 tahun. di saat-saat itu, mungkin semua orang akan merasa sangat bahagia 'sebentar lagi gua dewasa, punya KTP, di akui negara, punya SIM abc, punya kehidupan yang berbeda, meninggalkan masa anak-anak dan menujur remaja-dewasa.' Dan hampir setiap orang" yang berkecukupan, akan membuat sebuah perayaan" kecil untuk mengenang masa" 17tahun mereka.
Menuju 17 tahun seperti memliki kehidupan dan dunia baru yang lebih berbeda. Rasanya semua orang sudah menganggap kita dewasa dan lebih memberi kita kebebasan untuk menjalani hidup. Hampir setiap remaja menunggu saat-saat 17 tahun mereka dengan berbagai keinginan dan tujuan. Angan-angan masa depan sudah mulai di rencanakan.

Lalu, apa yang ku rasakan saat itu? sepi. aku tidak merasa sedih atau pun bahagia. aku hanya merasa sepi. sepi karena semua yang terdekat dengan ku surut dan mulai menghilang. padahal kenyataannya kehidupan ku saat itu benar" berubah, bukan hanya usia. tapi semua yang telah ku lalui sebelum aku 17 tahun, kini akan sangat berbeda dengan kehidupan yang akan aku lalui setelahnya.
Yaa.. saat itu, aku memiliki kehidupan baru, keluarga baru, ibu baru, rumah baru, lingkungan baru dan suasana hati baru.
1 Januari 2010. awal dari tahun baru. aku melaluinya dengan kesenangan sendiri tanpa keluarga. aku tidak ingin merasakan hal yang benar-benar baru di awal tahun ini. aku hanya ingin menganggap semua berjalan normal dan biasa. hari itu, aku tidak melewati malam tahun baru dengan keluarga ayah atau ibu baru ku. tidak juga dengan ibu kandung ku atau adik-adik tersayang ku. aku melaluinya bersama sahabat-sahabt ku tersayang.

kenyatannya, kehidupaan ku yang baru itu tidak terasa lebih indah dari sebelumnya. meskipun justru sebenarnya jauh lebih baik. awal 2010, aku tidak pernah menyangka bahwa tahun ini lah aku akan merasakan perubahan yang hebat.
sejak kecil, di saat aku sedang membayangkan pesta ulang tahun ku yang ke 17, aku selalu berangan akan ada kedua orang tua ku yang mengecup pipi ku secara bersamaan, akan
ada kedua adik ku yang membantu ku meniupkan lilin ulang tahun, akan ada keluarga besar ku yang ku berikan potongan-potongan kueh, dan akan ada sahabat-sahabt ku yang ku peluk dan bergembira bersama. itu semua yang selalu aku bayangkan saat aku duduk sendiri di depan teras rumah. dan aku selalu berharap akan segera berusia 17 tahun.
tapi ternyata, 6 bulan sebelum aku merasakan kebahagiaan itu. aku justru tidak pernah menginginkan usia ke 17. aku lebih berharap Tuhan akan menghentikan waktu dan membiarkan aku hidup di usia 16 tahun.

rasanya semua berubah, rasanya semua impian ku hanya benar-benar akan menjadi mimpi dalam tidur. di saat hari ulang tahun ku tiba, di saat waktu berputar pada tanggal 17 Januari 2010. aku justru terdiam. aku tidak berharap apa-apa, aku tidak menginginkan sebuah kueh, sebuah pesta, atau keramaian. aku hanya ingin di kamar, diam dan membalas semua pesan-pesan singkat dari teman-teman ku. kebetulan hari itu hari minggu. yaa.. aku hanya ingin tidur di kamar. tapi ayah ku membangunkan ku di pagi hari dan menanyakan rencana yang aku inginkan hari ini. aku hanya tersenyum dan menyerahkan semua hari kebahagiaan itu pada keluarga ku. aku terus memperhatikan Hp ku, melihat adakah ibu ku akan memberikan ucapan? ya, ibu menelefon ku. dan aku menangis.

ternyata, Tuhan benar" meberikan sebuah cobaan yang besar untuk mengukur kedewasaan ku di usia 17. ternyata ini yang ku rasakan, ini yang ku dapatkan dan hari seperti ini yang aku lalui.

tapi itu semua tidak terlalu buruk. ada banyak sahabat ku yang memberikan kejutan besar dan memeluk ku dengan hangat. cara mereka membuat ulah di ulang tahunku, cukup membuat ku menangis. tapi tangisan yang paling terasa adalah saat seorang wanita- ibu dari sahabat ku, memeluk ku hangat ketika lilin kueh ulang tahun telah aku padamkan. pelukannya begitu dalam. entah mengapa aku menangis saat di dekapnya. mungkin karena aku merasa rindu pelukan seorang ibu, mungkin karena aku merasa ingin mendapatkan dekapan tulus itu.
seandainya yang memeluk ku saat itu adalah ibu, seandainnya yang mengusap air mata ku saat itu adalah ibu, seandainya yang mengucapkan selamat beriringan dengan lagu yang di nyanyikan oleh sahabat-sahabat ku itu adalah ibu.. ya hanya seandainya..

terimakasih buat semua sahabat ku sejak SMP, my ex Iqbal and my best Ikki, teman seperjuangan ku anak-anak WMC dan SAHABAT. terimakasih atas kesan terindah yang telah kalian ukir di ulang tahun ku yang ke17. kalian mampu membuat rasa sepi ku sedikit terhapus. kalian mampu membuat ku merasa tidak terlalu jatuh.

dan terutama, terimakasih untuk Bunda sahabatku Vicka-Vicki, yang sudah memeluk ku dengan hangat :)
pelukan itu begitu berarti :)


5/14/2010

love in divorce

cinta itu harus di pertahankan..
cinta itu harus di jaga, agar terus bersemi di dalam hati dan kehidupan kita..
cinta itu tak hanya sebatas kasih antara kau dan dia, tapi cinta dapat bersemi untuk semua orang yang kau anggap cinta..
cinta itu tak hanya sebatas peluk dan cium, cinta juga butuh sebuah pengorbanan dan ketulusan..
cinta tak dapat bersemi dengan mudah, tapi cinta akan datang dengan sendirinya, dalam ruang yang tak pernah terduga..
cinta tak boleh hancur, karena cinta adalah pasangan kehidupan. dan cinta harus di jaga, agar kehidupan bisa terus berjalan bersama kebahagiaan..

dan cinta mu ada untuk Tuhan, keluarga, kekasih dan sahabat. itu lah tempat cinta bersemi.

lalu, apa yang harus kau lakukan jika kau harus mengorbankan salah satu cinta mu? seperti, kau harus memilih sebuah cinta, sedangkan cinta mu yang lain akan merasa hancur berkeping".

seperti aku. yang terus tak mengerti sampai saat ini, apa yang seharusnya aku pilih? apa yang seharusnya aku lakukan waktu itu?

ketika kedua orang tua mu akan berpisah, karena kehidupan yang tak lagi mereka rasakan 'satu'. apakah kau akan merelakannya? tentu kau akan menjawab tidak. apapun alasannya, seorang anak tidak akan pernah benar" merasa rela jika harus mengalami itu. semua anak sangat mencintai keluarganya. seburuk"nya sikap anak itu, mereka tetap mencintai kedua orang tua dan keutuhan keluarganya. cinta mereka terhadap sebuah keluarga yang telah merawatnya, akan terus bersemi sampai kapanpun. begitu juga cinta mereka terhadap kedua orang tua.

lalu, tega kah seorang anak membiarkan kedua orang tuanya terus tersiksa dalam kehidupan yang tak lagi mereka rasakan bahagia. mampu kah seorang anak terus menyaksikan sang ibu menangis sepanjang hari. atau sang ayah yang terus di kejar bayang" keresahan. tentu tidak, tak ada seorang anak pun yang tega membiarkan kedu orangtuanya terus merasa tersiksa. sebenci"nya seorang anak terhadap kedua orangtuanya, dia tetap mencintai mereka. sampai kapanpun, orang tua tak akan pernah tergantikan.

kemudian, apa yang harus dipilih seorang anak dalam situasi yang rumit? apa yang harus mereka jawab, ketika kedua orang tua mereka bertanya, 'boleh kah kami berpisah?'. sebuah pengorbanan pasti akan di lakukan oleh seorang anak. baik mempertahankan keutuhan kedua orang tua, atau tersiksa dalam sakitnya kehidupan 'sebuah perceraian.' mereka harus memilih salah satu di antaranya, lalu fakta apa yang dapat menjadi sebuah pertimbangan? tak adakah sebuah pilihan 'benar atau salah?' . kedua pilihan tadi adalah pilihan yang salah, atau mungkin juga benar. tak ada perbedaan di antar ke dua pilihan itu. dua"nya sama" menyiksa batin, hati, cinta.

akankah kedua orangtua melakukan pengorbanan yang sama? akankah kedua orang tua mencoba untuk memperbaiki hubungan? akankah kedua orangtua memperjuangkan cinta mereka terhadap anak"nya?
apakah sebenarnya mereka mengerti apa yang anak" itu rasakan? mungkin mereka hanya sekedar tau, bahwa hati anak" akan merasa sakit. tapi mereka tidak akan benar" tau seperti apa rasa sakit itu, karena mereka tak merasakan. bukankah setelah ini mereka akan membuka lembaran hidup baru? lalu untuk seorang anak, mereka hanya akan meneruskan lembaran hidup yang pernah tergores ini.

banyak orang mengatakan, setelah cobaan ini usai, kita akan mendapat hidup yang lebih baik. sebaik"nya kehidupan di atas 'perceraian', tidak akan lebih berkesan dari sebelumnya. saat seorang anak di timang ibu, saat seorang anak di pangku ayah. saat saat seorang anak merasakan kehangatan dalam keluarga.


Tapi, apapun pilihan kita. apapun yang akan terjadi setelah ini, kita tau Tuhan akan memberikan yang terbaik. takdir tak akan dapat kita hindari. 'Perceraian' hanyalah sebuah perpisahan yang mengatur jarak dan waktu kita dengan orang" yang kita cintai. dan kematianlah yang sebenarnya akan memisahkan antar ruang kita. Maka bersyukurlah, Tuhan masih membiarkan kita merasakan hidup bersama di dunia. meskipun kebersamaan itu tak sedekat dulu. Dan bersyukurlah, Tuhan tidak memberikan kita cobaan yang lebih berat dari pada ini. Karena Tuhan maha adil dan mengetahui segalanya.

keep smile and be strong :)